Seorang Teman Meragukan Rekan Sekerjanya.
Seorang teman meragukan teman sekerjanya, berkata ia tak mengerti mengapa ia tak pernah mengerti mengapa teman sekerjanya itu tak pernah mengerti apa yang diajukannya sebagai tidak kemengertian.
Kalau kamu bingung akan kalimat di atas maka sebetulnya itulah yang sedang terjadi.
Kalau menelaah baik baik kalimat itu tentunya kamu akan mengerti.
Ditelaah pelan pelan, tanpa emosi, dengan hati terbuka dan itikad mau menerima.
Atau jalan pintasnya ada, bertanyalah dan bertanyalah dengan hati tanpa beban perasaan bahwa apa yang dikatakannya pasti salah dan kita pasti benar.
Tanyakan padaku apa arti kalimat di atas dan aku akan terangkan. Dan aku mestinya seharusnya juga dengan hati terbuka menerima sanggahanmu. Kamu pun harus menerima sanggahanku atas sanggahanmu. Yang salah di sini adalah kata ‘harus’ itu. Mestinya tidak ada. Karena ‘harus’ mewakili hirarki, dan jika kita berbicara dengan rekan satu tim, hirarki itu tidak ada.
Rekanmu berkata, barang yang kita jual di Indonesia harus membawa bendera hijau, karena 99 % penduduk Indonesia berwarna hijau. Untuk itu akan dijual dengan garis pemikiran ‘inilah barang yang paling diterima oleh penganut warna hijau di seluruh dunia.’
Rasionalmu langsung berontak dan mengatakan tidak bisa. Bagaimana bendera lainnya? Mereka minimal dan tidak signifikan, tetapi pendekatan berdasarkan kepengikutan warna bendera akan menimbulkan rasa SARA yang bukan bukan.
Mungkin lebih baik bila ditelaah dulu latar belakang pemikiran dasar itu. Mengapa sampai pada kesimpulan itu, apa tujuannya, bias bias apa yang mempengaruhi.
Jendela Jauhari ada empat bidang : kamu tahu, aku tahu — kamu tahu aku tak tahu — kamu tak tahu, aku tahu — kamu tak tahu aku tak tahu. Kalau ini saling dibuka, mungkin tidak ada lagi perasaan : apakah aku terlalu bodoh kamu terlalu pintar, atau aku terlalu pintar kamu terlalu bodoh.
Memang perlu waktu. Pada dasarnya bila kita saling menghormati, maka tak akan ada yang terlompati.
Yang penting kemauan untuk berbagi dan menjadi satu tim.
Dan itu perlu waktu.
Adikku.
dj O.
March 25th, 2005 at 5:06 am
Saat ketidakmengertian akan ketidakmengertiannya rekan kerja terhadap ketidakmengertian kita pada sesuatu bisa terselesaikan tanpa ketidakmengertian akan ketidakmengertian satu sama lain, biasanya akan membawa hubungan maju satu langkah.
March 27th, 2005 at 5:17 pm
He he he
itulah jawab yang tepat
saat
kita tidak mengerteeeeee!